Music Tutorial: Membuat Lagu untuk Pemula dengan Fruityloops Part 1

Artwork by: nicky
Jumpa lagi dalam tutorial Loovo Music. Bagi teman-teman yang baru bergabung ini adalah tutorial Part 1 dalam rangkaian tutorial Membuat Lagu untuk Pemula dengan Software Fruityloops, boleh dibaca dulu artikel sebelumnya supaya tidak tersesat.

Membuat Beat Drum Fruityloops
 
Dalam posting sebelumnya telah sedikit dijelaskan mengapa kita memulai belajar FL Studio dari membuat beat drum terlebih dahulu. Saya mulai dari drum karena pelajaran ini bisa mencakup basic konsep dari Fruityloops yang setelah mengerti akan memudahkan untuk mengikuti tutorial selanjutnya.

Catatan: Saya telah membuat daftar isi yang sangat berguna untuk memberikan gambaran secara runtut dan jelas dari tutorial membuat lagu ini. Daftar isi tutorial dapat diakses melalui link berikut:

Daftar Isi Tutorial Music Production


Tutorial Part 1 ini akan dibagi ke dalam 4 bagian. Oke, tanpa berpanjang lebar langsung saya sediakan daftar isi tutorial Part 1 ini, selamat mencoba.



*gunakan link dalam daftar isi untuk melompat ke bagian yang ingin dituju.


Sebagai awal kita telusuri dulu fungsi-fungsi utama yang wajib diketahui dari ‘tool bar’ dalam FL Studio. Di dalam ‘tool bar’ area ini berisi bermacam-macam panel yang berguna sebagai navigasi untuk mengoperasikan FL Studio. Agar lebih mudah saya jelaskan menggunakan gambar di bawah ini:

Gambar 1 (klik untuk memperbesar gambar)
Penjelasan Gambar 1
  • Merah: Toolbar Area

  • Hijau: Main Bar
  • Menu utama untuk save project, options, view, copy, paste dll.

  • Kuning: Main Volume
  • Main volume berfungsi sebagai pengatur besarnya suara secara global.

  • Orange: Time panel
  • Menunjukan waktu project lagu.

  • Biru Tua: Transport panel
  • Berfungsi untuk menjalankan lagu (play), menghentikan lagu (stop), rekam (record).

  • Biru Muda: Song tempo & Pattern selector
  • Song tempo berfungsi mengatur kecepatan sebuah lagu . Dalam FL Studio kita dapat set tempo dari 10 bps (beat per second) hingga 999 bps. Pengaturan tempo tergantung dari lagu jenis apa yang akan kita buat. Pattern akan dibahas pada penjelasan berikutnya.

  • Ungu: Metronome
  • Berfungsi menghasilkan suara sebagai ketukan lagu yang berguna untuk memandu dalam membuat lagu terutama beat drum, variasi drum dll. Kecepatan bunyi metronome ini sesuai dengan tempo yang kita set.

Untuk sementara itu dulu yang perlu diketahui sebelum menyentuh panel-panel lainnya yang akan saya bahas pada tutorial berikutnya. Karena tutorial Part 1 ini membahas tentang basic pembuatan drum, saya akan sedikit jelaskan cara kerja ‘Song tempo’ (biru muda) dan ‘Metronome’ (ungu).

Untuk mencoba metronome sekaligus tes suara, silahkan klik ‘play’ dan perhatikan angka pada ‘time panel’ bergerak, namun Anda belum mendengar suara apapun. Tenang, untuk tes suara kita bisa mengaktifkan ‘metronome’, silahkan aktifkan bagian ‘metronome’ yang tadi saya beri tanda warna ‘ungu'.

Jika sukses Anda akan mendengar suara ‘metronome’ yang berbunyi “tak...tuk...tuk...” Sekarang coba Anda ubah angka pada ‘tempo panel’ untuk mengetahui naik turun kecepatan ‘suara metronome’. Caranya, klik “play” untuk menjalankan ‘metronome’ dan klik ‘angka’ sambil ditahan lalu drag mouse ke atas untuk menaikan tempo dan ke bawah untuk menurunkannya sesuai kecepatan yang diinginkan.

‘Metronome’ ini nantinya bisa kita gunakan sesuai kebutuhan dalam proses pembuatan lagu. Penjelasan tool bar selesai, mari lanjutkan ke Channel window & step sequencer.



Seperti biasa saya akan tunjukan di mana letak Channel window & Step sequencer dengan gambar disertai dengan komponen-komponen yang penting untuk diketahui.

Gambar 2 (klik untuk memperbesar gambar)
Penjelasan Gambar 2

Area berwarna merah adalah Channel window & Step sequencer dan hijau muda adalah shortcut show/hide. Di dalamnya berisi komponen-komponen yang dijelaskan berikut ini:

  • Ungu: Channel

  • Pada Gambar 2 terlihat ada 4 buah ‘channel’ yang terpasang (default channel saat pertama kali instal dan membuka FL Studio) di dalam ‘channel window’ yang masing-masing bertuliskan Kick, Clap, Hat dan Snare. Betul sekali, itu adalah nama-nama instrumen drum yang berarti, channel merupakan tempat bernaungnya suara instrumen di mana channel bekerja agar suara-suara instrumen yang masuk ke dalamnya dapat kita dengar dan mainkan.

    Di dalam ‘Channel window’ kita dapat memasukkan banyak ‘channel’ yang masing-masing berisi berbagai instrumen yang kita butuhkan. Masih bingung? Tenang kita lanjut dulu, oke.

  • Biru muda: Step Sequencer

  • Kita melihat banyak kotak-kotak yang berjumlah 16 kotak dari setiap ‘channel’-nya, lalu apa kegunaan kotak-kotak ini? Kotak-kotak ini berfungsi untuk memerintahkan kapan sebuah instrumen dalam sebuah ‘channel’ mengeluarkan suara. Contoh, jika kita klik satu kotak pada ‘channel kick’ kotak tersebut akan terisi. Silahkan isikan satu kotak ‘step sequencer kick’ dengan cara meng-klik seperti gambar di bawah ini:

    Gambar 3 (klik untuk memperbesar gambar)
    Setelah terisi coba ‘play’, dan kita akan mendengar sebuah bass drum. Untuk menghapus silahkan klik kanan pada kotak putih yang tadi kita gambarkan. Supaya lebih jelas sekarang coba isi sesuka Anda semua kotak yang tersedia dan “play” jika sudah terisi.

    Sudah jelas fungsi dari kotak-kotak yang disebut ‘step sequencer’? Jika sudah mari kita lanjut.

  • Orange: Channel volume

  • Kalau sebelumnya kita sudah berkenalan dengan main volume, sekarang kita berhadapan dengan ‘channel volume,’ lalu apa perbedaan keduanya? ‘Channel volume’ berfungsi mengatur besar/kecilnya suara yang keluar hanya dari sebuah channel. Berbeda dengan main volume yang mengendalikan besar/kecilnya suara secara keseluruhan.

    Contoh, asumsi kita telah menggambar Kick, Hat dan Snare pada ‘step sequencer’, setelah didengar ternyata suara Hat terlalu besar, mendengar suara Hat yang terlalu besar agar lebih enak didengar kita harus mengecilkannya, jawabannya gunakan ‘channel volume hat.’ Jika kita gunakan ‘main volume’, semua suara instrumen akan mengecil.

Baiklah, penjelasan tentang Channel window & Step sequencer sudah selesai. Sebelum mengakhiri ayo kita sama-sama menggambar beat drum seperti contoh gambar di bawah ini:

Gambar 4 (klik untuk memperbesar gambar)
Suara akan terdengar seperti soundclip berikut:


Sampai di sini kita sudah berhasil membuat sebuah pattern/pola drum, saya akan jelaskan tentang pattern dalam sesi Playlist. Suara drum yang kita gunakan adalah suara untuk lagu bergenre elektronik, jika ingin mencari alternatif suara drum lainnya mari kita lanjut ke sesi berikutnya.



Gambar 5 (klik untuk memperbesar gambar)
Browser adalah area yang diberi tanda warna merah dan shortcut show/hide berwarna hijau.

Lalu apa fungsi browser ini? Seperti halnya windows explorer pada komputer, browser FL Studio berfungsi menampung semua data FL Studio seperti suara-suara instrumen, preset efek, project file dll. Pembahasan saya kali ini hanya akan menjelaskan eksplor suara-suara instrumen bawaan FL Studio menggunakan browser.

FL Studio telah menyediakan banyak suara yang bisa kita gunakan seperti, suara drum, gitar, bass, string ensemble dan masih banyak lagi. Suara-suara ini biasa disebut sample, merupakan potongan rekaman suara instrumen aslinya. Untuk membuat instrumen yang memiliki nada ada cara tersendiri dan akan dibahas pada tutorial berikutnya.

Kembali ke browser, mari kita coba buka folder ‘Packs’ dan lihat ada instrumen drum apa saja di dalamnya. Letak folder “Packs” saya beri warna “biru muda”.

Setelah kita klik folder ‘Packs’ akan terbuka folder-folder anak dengan judulnya masing-masing. Silahkan Anda buka folder ‘Drum Kit 01’, di dalamnya terdapat beberapa sample yang bisa kita dengar dengan cara meng-klik. Silahkan klik sample-sample tersebut untuk mendengarkan suaranya. (sample adalah file dengan icon warna kuning seperti di Gambar 6).

Gambar 6
Agar suara instrumen terdengar sempurna, dianjurkan menggunakan speaker/earphone dengan frekuensi lebar (30 hz – 15k hz). Silahkan buka artikel Membuat Lagu untuk Pemula dengan Sofware Fruityloops untuk melihat apa saja yang dibutuhkan agar dapat mengikuti tutorial ini dengan baik.

Setelah suara terdengar silahkan coba semua suara di dalam folder ‘Drum Kit 01’. Seperti yang sudah Anda dengarkan, sample-sample itu adalah sample real drum, walaupun menurut saya kualitas suaranya kurang bagus. Untuk suara drum yang lebih baik ada banyak pilihan plugin real drumkit yang dapat diinstal secara terpisah, tapi itu akan saya jelaskan nanti.

Setelah coba semua suara di dalam folder ‘Drum Kit 01’, Anda bisa coba seluruh sample dalam folder ‘Packs’ lainnya dan Anda akan menemukan berbagai instrumen. Setelah puas menjajal semua sample dalam folder Packs kita lanjut.

Lalu bagaimana kita menggunakan sample-sample ini? Caranya, pindahkan sample yang kita pilih ke dalam ‘channel window’. Untuk ilustrasi penggunaan sample, saya telah memilih suara drum yang menurut saya bagus dan disarankan Anda mengikutinya. Jika Anda punya pilihan sample suara sendiri tidak masalah, yang penting Anda dapat mengerti konsepnya.

Letak sample drum pilihan saya ada di folder:

Packs > Legacy > FPC

Dalam folder FPC kita akan mengambil tiga suara yang masing-masing diambil dari folder “Hi Hats”, “Kick Drums” dan “Snare Drums”. Silahkan buka dan pilih sample-sample di bawah:

  • Buka Folder “Hi Hats” dan pilih FPC_ClHH_GSab_002 
  • Buka Folder “Kick Drums” dan pilih FPC_Kick_GiReal_003 
  • Buka Folder “Snare Drums” dan pilih FPC_Snr_2lI04

Untuk memasukkan sample ke dalam channel window silahkan tahan klik di suara yang kita pilih lalu drag ke dalam “channel window.” Masukkan masing-masing suara yang saya sarankan untuk menggantikan suara drum elektronik dalam ‘channel window’. Kita pindahkan sample satu per satu seperti instruksi ini:

  • Folder Hi Hats > pilih sample bernama “FPC_ClHH_GSab_002 “ dengan cara tahan klik + drag ke arah channel dengan tulisan Hat pada ‘channel window’.
  • Folder Kick Drums > pilih sample “FPC_Kick_GiReal_003” dengan cara tahan klik + drag ke arah channel dengan tulisan Kick pada ‘channel window’.
  • Folder Snare Drums > pilih “FPC_Snr_2lI04” dengan cara tahan klik + drag ke arah channel dengan tulisan Snare pada ‘channel window’.

Supaya tidak bingung saya siapkan ilustrasi video berikut:

Video 1


Setelah memasukan sample ke dalam ‘chanel window’ silahkan ganti terlebih dahulu nama setiap channel seperti instruksi dalam Video 1.  Mengganti nama ‘channel’ akan memudahkan kita dalam mengidentifikasi sample yang telah kita masukkan, selain itu akan membuat rapih projek lagu ini.

Sekarang coba ‘play’ setelah kita mengganti suaranya. Ada yang aneh? Menurut saya suara “Hat” terlalu besar, silahkan kecilkan menggunakan knob ‘channel volume’ di samping “Channel Hat” menjadi 50%. (ilustrasi mengecilkan ‘channel volume’ bisa dilihat di Video 1)

Tutorial browser dan memasukkan sample sudah selesai, lanjut ke tutorial Playlist.



Sampai saat ini kita telah berhasil membuat sebuah pattern drum dengan suara ‘real drum’ seperti soundclip ini:


Apa itu pattern? Jika diartikan ke dalam bahasa indonesia berarti pola dan kita telah membuat sebuah pola drum dengan judul “Pattern 1.” Judul sebuah pattern dapat kita lihat di bagian atas ‘channel window’.

Gambar 7
Langkah selanjutnya untuk membuat lagu, kita harus memasukkan pattern tersebut ke dalam area bernama Playlist. Letak Playlist dijelaskan pada gambar berikut:

Gambar 8 (klik untuk memperbesar gambar)
Penjelasan Gambar 8

  • Hijau: Shortcut show/hide Playlist

  • Merah: Playlist

  • Playlist berguna untuk menyatukan setiap bagian yang telah kita buat dalam bentuk pattern. Kita sudah membuat sebuah pattern yang berisi pola drum dengan judul ”Pattern 1.” Kita dapat membuat berbagai macam pattern dengan instrumen yang berbeda-beda. Artinya, tidak ada batasan tentang seberapa banyak pattern yang kita buat. Contoh, kita dapat membuat pattern 2, pattern 3, pattern 4 dan seterusnya.

  • Biru Muda: Tools

  • Tools berguna untuk menggambar pattern, menghapus pattern, memotong  dan berbagai kegunaan lainnya.

Sekarang mari kita masukkan “Pattern 1” ke dalam Playlist. Caranya, aktifkan dulu “Pattern 1” di dalam Playlist dengan cara klik “Pattern clip sources,” bagian yang saya beri tanda berwarna kuning di Gambar 8. Setelah di-klik akan muncul drop down menu dengan nama pattern yang sudah kita buat. Karena kita baru membuat sebuah pattern, yang muncul di drop down hanyalah “Pattern 1.”

Setelah kita aktifkan “Pattern 1” mari kita gambarkan pada Playlist di baris “Track 1.” Caranya, arahkan mouse ke area biru tua di Gambar 8, kursor mouse akan berubah menjadi kuas dan klik. Silahkan ikuti hingga menjadi seperti contoh Gambar 9.

Gambar 9 (klik untuk memperbesar gambar)
Untuk memudahkan tahan klik di ujung playlist dan drag ke arah kanan untuk menggambarnya (klik kanan untuk menghapus). Sekarang coba tekan “Play” untuk memainkannya. (menurut Gambar 9, saya menggambar empat buah kotak yang berarti pattern akan mengulang sebanyak empat kali jika kita ‘play’)

Jika sudah benar, Anda akan melihat panah berjalan di angka pada bagian atas Playlist. Belum ada panah berjalan di atas Playlist? Berarti Anda harus merubah ‘Playback Mode’ terlebih dahulu. Di awal kita membuka FL Studio ‘playback mode’ akan otomatis ke-set menjadi ‘Pattern mode’ atau ‘Pat’ yang artinya playback ditujukan untuk memainkan pattern saja. Sedangkan untuk menjalankan Playlist kita harus merubah ‘Pat Mode’ menjadi ‘Song Mode.’

Setting untuk merubah menjadi ‘Song Mode’ ada di samping tombol ‘play’seperti gambar di bawah:

Gambar 10
Pilih ‘Song’ dan coba ‘play,’ pasti sekarang Anda sudah melihat panah berjalan di atas Playlist. Kita sudah berhasil memasukan satu pattern/pola ke dalam Playlist. Anda dapat menggambarkan pattern dengan panjang yang tak terhingga di dalam Playlist, yang berarti Anda bebas membuat lagu dengan durasi sepanjang apapun.

Now what? Kita sekarang akan membuat pattern drum kedua. Pada umumnya sebuah lagu memiliki pola drum lebih dari satu, alasannya tentu supaya lagu tidak terdengar monotone. Mari kita buat pattern drum kedua.

Untuk membuat pattern/pola drum kedua silahkan klik tanda ‘plus’ (+) di samping tulisan ‘Pattern 1’.

Gambar 11
Sesaat setelah Anda klik tanda (+) akan muncul sebuah form di mana kita bisa ketik nama pattern  yang diinginkan. Saya akan memberi nama “Drum 2” pada pattern kedua ini. Anda bisa memberi nama sesuka hati. Setelah oke, tekan ‘Enter’.

Jika sudah benar, ‘step sequencer’ yang tadinya terisi oleh ‘Pattern 1’ akan kembali kosong. Ke mana larinya ‘Pattern 1’? Tenang, ‘Pattern 1’ anda hanya bersembunyi karena kita telah membuka ‘Pattern 2’. Silahkan isikan ‘step sequencer‘ seperti langkah-langkah yang dijelaskan pada penjelasan Channel Window & Step Sequencer. Di bawah ini adalah gambar pola “Drum 2” buatan saya, silahkan Anda ikuti.

Gambar 12
Suaranya akan terdengar seperti soundclip ini:

Catatan:
  • Saat ingin membuat pattern baru jangan lupa untuk mengembalikan “Song mode” menjadi “Pat Mode” agar kita dapat mendengarkan permainan yang akan kita buat pada pattern baru tersebut, jika tidak dirubah kita hanya akan mendengar permainan Playlist.  
  • Untuk kembali menampilkan “pattern 1” jikalau kita ingin mengedit di waktu berikutnya, caranya  klik “nama pattern” (warna hijau muda pada Gambar11) sehingga akan muncul drop down menu yang menampilkan list pattern yang telah kita buat. Di dalam menu tersebut kita juga bisa mengganti nama/rename pattern yang telah dibuat.

Setelah jadi, mari kita masukan “Drum 2” ke dalam “Playlist.” Sekedar mengingatkan, jangan lupa mengganti ‘Pattern clip sources’ menjadi nama pattern baru yang sekarang ingin kita gambarkan ke dalam Playlist, dalam hal ini adalah pattern bernama “Drum 2”. Jika sudah, gambar akan tampak seperti berikut ini.

Gambar 13
Di dalam Playlist saya menambahkan empat kotak pattern “Drum 2” di samping “Pattern 1.” Jika sudah menggambar seperti  itu coba dengarkan hasilnya dengan memainkan Playlist tersebut. Jika sudah benar Kita akan mendengar perubahan pola dari “Pattern 1” ke “Drum 2” sesuai yang kita gambarkan.

Untuk lebih mengerti cara kerja Playlist coba gambarkan seperti contoh di bawah ini:

Gambar 14
Jika Anda mainkan sesuai Gambar 14 di atas, Anda akan mendengar suara Drum yang menumpuk (Suara Drum “Pattern 1” dengan “Drum 2”). Dengan Gambar 14 ini saya ingin menunjukkan bahwa kita bebas untuk meletakkan pattern-pattern yang telah dibuat hingga menjadi lagu yang benar-benar kita harapkan.

Pada bagian sebelah kiri Playlist, Anda akan melihat tulisan “Track”, kegunaannya hanyalah sebagai identitas/penanda pattern apa yang telah kita isikan pada baris “Track” tersebut. Selain itu akan sangat membantu untuk membuat projek lagu kita menjadi lebih rapih dan mudah diidentifikasi.

Saran saya, gunakan “Track” sebagai pemisah dari setiap pattern drum atau pattern instrumen lainnya. Masing-masing “track” dapat kita ganti namanya sesuai dengan instrumen yang ada di baris “track” tersebut, caranya klik kanan pada “track” yang ingin diganti namanya dan akan muncul option, lalu pilih “rename/color”.

Sampai di sini tutorial tentang penggunaan Playlist. Jangan ke mana-mana dulu ya, saya ingin membahas kesimpulan dari semua yang kita pelajari kali ini pada sesi selanjutnya.



Sebelum mengakhirinya saya akan berikan video yang akan merangkum action apa saja yang telah kita pelajari dalam tutorial Part 1 ini.

Video 2


Selamat Anda sudah menyelesaikan tutorial ini, yang merupakan basic alur kerja pada software FL Studio. Sebenarnya, tujuan kita belajar membuat drum di sini adalah untuk mengerti dasar dan hubungan dari Channel, Step sequencer dan Playlist.

Mengerti konsep dari ketiga komponen ini tidak hanya digunakan untuk membuat drum saja, melainkan juga untuk membuat instrumen bernanda, jadi alangkah baiknya Anda semua yang mengikuti tutorial Part 1 ini benar-benar mengerti untuk melanjutkan ke part-part berikutnya.

Ini adalah beberapa contoh lagu yang berhasil saya buat menggunakan Fruityloops. Walupun tidak terlalu sempurna, semoga bisa menjadi motivasi untuk teman-teman. :)





Sekian Tutorial Membuat Lagu untuk Pemula dengan Fruityloops, jika ada yang belum jelas boleh tanyakan melalui kolom komen halaman ini. Kalau sudah mengerti ayo kita sama-sama lanjut ke tutorial Part 2: Membuat Nada Menggunakan FL Studio.


Catatan: Saya telah membuat daftar isi yang sangat berguna untuk memberikan gambaran secara runtut dan jelas dari tutorial membuat lagu ini. Daftar isi tutorial dapat diakses melalui link berikut:

Daftar Isi Tutorial Music Production

45 comments:

  1. mantaaap kakak...
    semoga nanti rilis tutorial lanjutan ya.

    ReplyDelete
  2. thanks kaka
    membantu banget
    ntar kasih tau bagan kunci nadanya juga ya,apa aja :)

    ReplyDelete
  3. keren2 karyanya gan,, tutornya jga mudah di pahami, membantu banget buat newbie kaya ane, anyway bikin tutor salah satu dari lagu agan doung, jadi sekalian praktek belajarnya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi ya udah mampir. Setuju, ditunggu ya tutorial step by step praktek bikin lagunya. Saya akan pilih salah satu lagu komersil yang akan saya kupas untuk dibuat ulang dengan metode tutorial yang udah saya ajarkan.

      Selagi nunggu, dibaca-baca lagi ya tutorialnya, klo ada yang mau ditanya saya siap menjawab :)

      Delete
    2. nunggu tutorial step by step praktek bikin lagunya nich,,
      masih sibuk y gan blom update lg,,,hhe
      ditunggu tutor keren nya lg :D

      Delete
  4. widiiii gila, keren tu lagu yang judul nya selalu.

    salut master :)

    semoga ane juga bisa jadi master selanjutnya :D

    ReplyDelete
  5. min? di FL itu kalo mao buat suara drum ada FPC. nah kalo mao masukin suara gitar atau bass itu gimana ya? ane tau ada "slayer" itu buat gitar tapi suaranya digital banget. kira2 ada gak suara yang lebih yang udah terpasang di FL sendiri slaen slayer itu tadi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmmm... untuk suara gitar emang agak susah mendapat suara yang real menggunakan plugin. Suara gitar bawaan FL tidak ada lagi selain FL Slayer, setahu saya. Saran saya untuk untuk mengakomodir gitar yang terbaik adalah dengan merekam permainan gitar Agan sendiri. Mungkin awalnya agak ribet, tp klo udah terbiasa gak susah kok Gan :)

      Delete
    2. kak kalau kita mau memasukkan suara kita sendiri untuk proses pembuatan lagu itu bisa atau tidak kak dan kalau bisa caranya seperti apa ya kak? Arigatou Gozaimasu kak :)

      Delete
    3. Untuk memasukan suara kita sendiri maksudnya ingin bernyanyi sendiri, bisa ikuti tutorial Recording Menggunakan Fruityloops :)

      Saran saya kalau ada waktu dan berniat belajar membuat lagu sendiri bisa ikutin rangkaian tutorial lengkap yang terdiri dari 4 Part ini:

      Membuat Lagu Untuk Pemula dengan Software Fruityloops:
      1. PART 1    Membuat Beat Drum Menggunakan Fruityloops
      2. PART 2    Pembuatan Nada Menggunakan VST Plugin
      3. PART 3    Memberi Efek pada Instrumen
      4. PART 4    Recording Menggunakan Fruityloops

      Kalau masih bingung, tanya lagi ya. Akan saya bantu sebisa saya :)
      Selamat Mencoba

      Delete
    4. oh iya kak video yang pertama dan kedua kenapa tidak bisa saya buka ya kak ada tulisannya itu "this video is private" itu maksudnya apa ya kak ^_^'

      Delete
    5. Maaf, setting youtube'nya itu. Sekarang udah bener. Makasi ya udah ngingetin ;)

      Delete
  6. keren!!! bagus banget tutorialnya sob.. ni yang saya cari2 selama ini..
    eh min tpi pnasaran ni.. tu yg nyanyi d lagu selalu sapa y?? suaranya bagus mirip2 tmen saya, namanya rivan. dlu d sukabumi... gtw skr.
    tks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Itu lagunya Like a Free, Band asal Surabaya :)

      Delete
  7. min mu tnya nih... saya dah coba bkin lagu nih tapi da sdkit ksulitan nih... gmana caranya ngilangin feedback gitar bass(saya pke plugin bass yg ada).. suara dengung nya ganggu bgt.. minta tlong y min.. trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo boleh tau, nama pluginnya apa ya?

      Delete
  8. makasih kakak atas materi yang disampaikan pada pertemuan kali ini....
    pengen denger lagu buatan kakak dong ....
    boleh gak ???

    ReplyDelete
  9. Materi yang bagus, jadi tambah ilmuku, karena aku masih pemula makasih Gan, bisa untuk menyempurnakan gubahan musikku yg ini http://www.youtube.com/watch?v=PX0CQN0j0_w

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah hebat Mas Ahmad, diselesaikan Demonya Mas, dirapihin lagi dengan mixing dan mastering dijakan CD atau Mp3. Yang lainnya saya tunggu juga karya2nya :)

      Delete
  10. Gan, kok pas ane aktifin metronom, tetep ga ada suaranya ya? tapi waktunya jalan dan kaya ada gerakan gelombang suara, tp ga ada suaranya.. kenapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jd karna agan jg buka aplikasi audio lain di wkt bersamaan dgn FL. Coba tutup semua aplikasi seperti windows media player, winamp dan browser dan lain2, Lalu restart FLnya. Coba gitu dulu gan, klo belum bs kabarin ya Gan

      Delete
    2. mantab, udh bisa gan.. oiya ane mau tanya, klo mau add piano yg bunyinya kaya string itu presetnya namanya apa gan? makasih :D

      Delete
    3. hmmm.. maksudnya piano kaya string gimana ya? Kalo piano, plugin bawaan FL pake "FL Keys" lumayan. Kalo String banyak, untuk ini saya biasa pake sample suara letaknya di browser > Packs > Legacy > String, terus pilih suara yang kira2 cocok sama kebutuhan :)

      Delete
  11. OK, banget...
    maju terus...
    kita juga lagi mulai belajar music, buat si kecil
    mau diajarin fruity loops ama keybord controller microkorg (yg murah), laptop sama headset...
    ...thx banget nie...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi ya Mas. Wah sama si kecil, bagus itu belajar musik sejak dini :) Mantap pake Micro Korg. Semoga bisa dimengerti ya mas tutorialnya. Kalau masih ada yg bingung boleh langsung ditanyakan di sini.

      Selamat Belajar :

      Delete
  12. mantapppsssss sangat detail......sangat mudah difahami masbrow......akan saya ikuti sampe tuntasssssssssssssss

    ReplyDelete
  13. gan mau nnyk FL 10 saya knp gk bisa ngeluarin suara yah? salah dmna ya gan padahal sebelum.a lancar2 aja nih..

    ReplyDelete
  14. gan FL 10 saya gk bisa ngeluarin suara padahal sebelum.a masih bagus2 aja.. salah dmna.a ya gan? mohon bantuan.a gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake Asio4all ya Gan? Coba tutup semua aplikasi audio Gan, seperti winamp, media player dan lain2, termasuk browser. Trus restart FL Studionya. Semoga membantu :)

      Delete
  15. apakah FL bisa bikin lagu genre elektronik? saya niat bikin lagu elektronik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat bisa. Justru sebenarnya FL Studio lebih cocok untuk pembuatan lagu bergenre electronic.

      Delete
  16. Bagaimana cara meng export file wave supaya terbaca di adobe audition menjadi file audio bukan loop. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf, baru sempat membalas. Bisa dicek di artikel Panduan Menyimpan Projek Musik FL Studio Menjadi MP3 & WAV. Jika masih ada pertanyaan, saya tunggu laporan selanjutnya.

      Thanks

      Delete
  17. Mau tanya gan.. Suara vocalnya bersih itu pakai soundcut ato bersih bermodalkan mic biasa aja.. trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Gan, maaf ya baru sempat balas. Untuk ketiga contoh lagu di atas hanya lagu berjudul "Selalu" yang vokalnya hasil rekaman saya. Iya Gan, itu pake Soundcard eksternal dan Mic khusus rekording.

      Thanks

      Delete
  18. Maaf Gan, saya penggemar musik electronic, apalagi dubstep, bisa buat tutorialnya ga mas, dari tahap awal yang paling dasarnya ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dubstep emg lagi booming ya skrg. Terus terang, basic musik saya bukan electronic, apalagi genre Dubstep yang membutuhkan inteligensia tingkat tinggi dalam pembuatannya. Saran saya, pelajari dulu basic membuat lagu dengan menggunakan DAW. Jika Anda sudah menguasainya baru ke level selanjutnya belajar mixing lagu, karena untuk membuat lagu bergenre Dubstep yang baik benar2 menguji kemampuan mixing pembuatnya. Di situlah para penikmat Dubstep terhibur karena komposisi mixing lagu genre ini benar2 bikin kuping geli-geli gimana gitu.

      Jika sudah menguasai teknik2 mixing dan komposing musik yang baik, barulah Anda belajar teknik2 pembuatan lagu yang biasa digunakan dalam membuat Dubstep. Biasanya teknik2 ini diajarkan spesifik setiap bagiannya masing-masing, seperti Drum ala Dubstep, synthesis suara dan sebagainya. Semoga membantu.

      Thanks

      Delete
  19. Dari dulu belajar2 FL studio gak ngerti2 :D
    Jadi males ngelanjutin
    Akhirnya ngerti juga setelah abang yang satu ini ngejelasin dengan bahasa yang mudah dipahami...
    Gw Ngikutin trus tutorialny bang...
    Thanks banget..

    ReplyDelete
  20. Haloo pak loovo, saya BARU << (sangat baru) dalam hal FL studio(tepatnya detik saat saya menulis ini saya baru saja selesai baca tutorial bagian ini sebelum saya lebih maju lebih lanjut ke dalam, saya mau tanya pak(untuk memastikan agar nanti ke depan tidak terjadi hal yang saya tidak inginkan :( hehe )
    bisakah FL digunakan untuk komposing musik bergenre kolosal(membutuhkan banyak instrumen orkestra) atau genre2 yang lain, maksud saya cocok atau tidak(karena saya baca komen2 diatas mengatakan lebih cocok untuk musik electronic dan dubstep, dan kalau bisa apakah instrumen2 yang bersangkutan sudah tersedia di versi demo atau memang diperlukan untuk membeli softwarenya secara resmi ?
    yang kedua menurut pak loovo komposing musik paling mudah dan hasilnya baik dari keempat software ini bapak suka yang mana(tidak bermaksud iklan pak, saya benar2 murni butuh saran)
    1. FL studio
    2. Finale
    3. Sibelius
    4. Anvil Studio

    yang terakhir saya mau tanya apakah FL bisa digunakan untuk impor, edit dll file MIDI/chiptune ?
    Maaf kalau pertanyaan saya agak aneh, saya memang newbie...
    Sebenarnya masih ada lagi pertanyaan lanjutan bila pak loovo sudah dan bersedia menjawab pertanyaan saya di atas
    Terima Kasih banyak pak loovo ^_^

    Salam Sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf yg sebesar2nya karena kesibukan mulai melanda di tahun ini saya baru sempat baca pertanyaan ini sdr Chen :( saya coba jawab sebaik mungkin ya.

      Tentang cocok atau tidaknya FL untuk musik bergenre kolosal menurut PENDAPAT PRIBADI saya "tidak cocok". Tapi jika pun saya harus membuat musik bergenre kolosal ada beberapa hal yg harus saya pertimbangkan:

      1. Belajar software yg lebih cocok untuk genre kolosal (butuh waktu lebih)
      2. Tetap menggunakan FL secara maksimal untuk projek musik kolosal

      Dari kedua pilihan tersebut tergantung dari kondisi saat itu. Bisa saja saya memulai dari nol utk software yg lebih cocok tapi akan membutuhkan wkt lebih banyak, jika wkt mepet tentu saya akan memaksimalkan FL terlebih dahulu. Saran saya karena pada tutorial ini menggunakan FL sdr Chen mungkin bisa ikuti dulu fungsi dasar FL, setelah itu akan memudahkan untuk mengerti fungsi software2 lainnya jika memang diperlukan utk kebutuhan projek sdr Chen :)

      FYI: Saat ini saya tidak lagi sepenuhnya menggunakan FL dalam memproduksi musik :) dan rata2 seorang komposer memadu padankan berbagai software (sesuai kebutuhan). Jadi dicoba dulu aja menggunakan FL dan jika ternyata menemukan kesulitan mungkin barulah kita bongkar fungsi2 yg tidak ditemukan pd FL dari software lain :)

      Mohon maaf, terus terang saya belum pernah menggunakan software2 yg sdr Chen tanyakan, jadi saya tdk bisa memberikan rekomendasi :(

      Segitu dulu sdr Chen, oh iya untuk selanjutnya jika ada pertanyaan bisa sharing melalui Facebook Page Loovo Music.

      Terima Kasih Sdr Chen :)

      Delete
  21. kereeeeennn banget gan, ane jadi termotivasi nih....

    ReplyDelete
  22. Sangat membantu skali tutor nya , awalnya lihat software FL Studio sepertinya sulit , tapi setelah lihat tutor dari agan FL Studio terasa mudah untuk membuat musik. sukses slalu buat Loove Music !!!

    ReplyDelete
  23. mohon kritik nya guys :)
    https://soundcloud.com/dennys-petrisiano-sinaga/someone-like-you-remix-asal-asalan-ds

    ReplyDelete
  24. manfaat bgt kakak, mksih banyak ilmunya

    ReplyDelete
  25. Terimakasih banyak buat tutorialnya, sangat mudah dipahami dan fasilitas contoh audio, visual, maupun keduanya sudah cukup lengkap membuat kami para pencari informasi tidak perlu lagi mencari sumber lain untuk melengkapi rasa ingin tahu kami. saya rasa tutorial ini sudah cukup. Terimakasih banyak!

    ReplyDelete